Bisnis Smartphone LG Merugi Di Q4 2020

Jakarta, Ada-avery com – Beberapa minggu terakhir telah dipenuhi dengan laporan beragam tentang masa depan LG di sektor seluler. Dan kini ada alasan jelas mengapa LG Mobile masih beroperasi dengan kerugian.

Hari ini, seperti dikutip dari GSMArena, (30/1) konglomerat teknologi Korea itu menerbitkan laporan keuangan Q4 2020, dan angka-angka itu menunjukkan divisi mobile memang tengah membatasi kerugian sebesar KRW 841,20 miliar ($ 750,63 juta) untuk tahun 2020.

Dalam laporan itu bisa dilihat bagaimana kerugian operasional untuk periode Oktober-Desember yang terbilang cukup besar, yaitu KRW 248,5 miliar ($ 222,93 juta) dan menandai kuartal ke-23 LG Mobile yang berakhir dengan kerugian.

Baca juga: Konglomerat Vietnam Naksir Bisnis Smartphone LG

Laporan tersebut mencatat penjualan smartphone premium LG yang stagnan dan menyebut alasan kekurangan chipset 4G, sebagai salah satu masalah besar yang dihadapi sektor seluler LG. Penjualan smartphone menghasilkan KRW 1,39 triliun ($ 1,24 miliar), yang 9,2% lebih rendah dari nilai yang tercatat di Q3. Tetapi pada saat yang sama naik hampir 5% dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu.

Terlepas dari situasi keuangan yang sulit, LG yakin dorongan konsumen untuk adopsi 5G akan kembali meningkatkan permintaan untuk produk smartphone-nya, karena permintaan diperkirakan akan kembali ke tingkat yang lebih baik pada pandemi tahun 2021.

Laporan itu juga mencatat bahwa LG akan meninjau dengan cermat arah perkembangan bisnisnya kedepan, khususnya untuk smartphone kemudian baru akan membagikan bagaiman arah perusahaan soal itu, setelah semua sudah ditentukan nanti.

Sekedar informasi pada hari Rabu (20/1), LG secara mengejutkan  mempertimbangkan untuk keluar dari pasar smartphone tahun ini. Setelah kehilangan sekitar $4,5 miliar selama lima tahun terakhir.

Baca juga: Rekomendasi 5 Smartphone Oppo Yang Patut Diboyong Di 2021  

Dilansir dari The Verge, CEO LG, Kwon Bongseok juga telah mengugumkan kepada karyawan bahwa perusahaaan sedang mempertimbangkan untuk membuat perubahan besar pada bisnis smarpthonenya melalui memo internal kepada stafnya, yang tidak disangkal oleh LG.  Perusahaan saat ini sedang mempertimbangkan semua tindakan yang mungkin, termasuk penjualan, penarikan dan pengurangan bisnis ponsel cerdas.

Kabar terbarunya, LG Electronics sedang membahas bisnis smartphone miliknya ke salah satu konglomerat asal Vietnam. Menurut laporan Business Korea Vingroup Co telah memberikan penawaran menarik untuk membeli bisnis smartphone LG. Perusahaan tersebut kabarnya akan menyumbang 14% dari kapitalisasi pasar dari perusahaan-perusahaan Vietnam yang terdaftar.

Konglomerat tersohor di Vietnam itu memang kabarnya sedang berusaha untuk berekspansi ke sektor teknologi, melalui jalur akuisisi semua pabrik manufaktur smartphone LG Electronics di Vietnam, China dan Brasil.