Pemain Ini Dilema Mau Fokus Bermain Tunggal atau Ganda

Berita Badminton : Mohd Fazriq Razif senang membawa warisan keluarga Sidek dalam bulu tangkis, tetapi pikirannya terbelah di antara dua jalur yakni antara memilih bermain tunggal atau ganda.

Saat ini, pemain berusia 16 tahun itu bermain di kedua sektor di bawah Akademi Badminton Malaysia (ABM).

Fazriq adalah putra mantan ganda hebat tim nasional Malaysia, Razif, yang memenangkan medali perunggu bersama saudaranya, Jalani di Olimpiade Barcelona 1992. Saudara Sidek terkenal lainnya adalah Misbun, Rashid dan Rahman, yang lebih fokus pada sektor tunggal.

Fazriq mengatakan keluarga Sidek memiliki pendapat berbeda tentang apa yang harus ia fokuskan.

“Paman-pamanku Misbun dan Jalani ingin aku mencoba main di tunggal. Mereka mengatakan bahwa jika saya tidak bisa tampil di tunggal, maka saya selalu bisa kembali ke ganda … proses itu akan lebih mudah,” kata Fazriq.

“Ayah saya adalah pemain ganda tetapi dia menyerahkannya kepada saya untuk membuat keputusan. Untuk saat ini, saya akan memainkan kedua sektor, saya akan memutuskan jalur karier mana yang ingin saya ambil dalam dua tahun lagi,” Fazriq menambahkan.

Fazriq sekarang menunggu untuk melaporkan pelatihan hari Minggu ini dengan semua pemain junior lainnya bersiap untuk Kejuaraan Dunia Junior di Auckland, Selandia Baru, tahun depan.

Para junior adalah gelombang ketiga pemain yang diberi izin untuk masuk ABM setelah tim senior dan cadangan sejak Juni. Mereka semua telah berlatih sendiri di negara masing-masing selama beberapa bulan terakhir karena pandemi Covid-19.

Fazriq adalah bagian dari tim U-18, yang berlatih di bawah pelatih Hazwan Jamaluddin dan Poh Chai Boon. Para pelatih melapor langsung ke Misbun, yang sekarang menjadi ketua program junior Badminton Association of Malaysia.

Fazriq, yang bermain di sektor ganda dengan Justin Hoh, berharap untuk melakukan debutnya di Kejuaraan Dunia Junior.

“Saya bergabung dengan ABM tahun lalu. Awalnya, sulit untuk berada di tim U-18 karena intensitas pelatihan berbeda. Saya harus berlatih dengan anak laki-laki yang lebih besar tetapi sekarang, saya sudah menyesuaikan dengan kecepatan mereka,” katanya.

“Tahun lalu, saya tidak datang melalui uji coba seleksi untuk junior dunia, tapi kali ini saya berharap untuk membuatnya dan bersaing di tunggal dan ganda dengan Justin,” jelas Fazriq. 

Fazriq dan Justin harus menjadi pelindung untuk skuad junior, setelah penampilan mengesankan dengan memenangkan gelar internasional junior tahun lalu di Bangladesh (U-19) dan tiga pada 2018 di Singapore Junior International Series, Kejuaraan Junior Asia dan Jakarta Junior International Open semuanya dalam turnamen Under-15.

Artikel Tag: Mohd Fazriq Razif, Sidek, bam, Misbun