October 25, 2021

ada-avery.com

Blog Info Media Online

Tokoh Agama dan Masyarakat Lokal Harus Dilibatkan Tangani Covid-19 di Luar Jawa-Bali

Tingginya mobilitas masyarakat di luar Jawa dan Bali menjadi salah satu penyebab kasus Covid 19 di wilayah tersebut meningkat. Tokoh agama dan masyarakat di luar Jawa Bali diharapkan menjadi panutan dalam penanganan Covid 19. Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan menilai penanganan Covid 19 di luar Jawa dan Bali harus disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya setempat.

Menurut dia, perlu melibatkan ahli komunikasi dan sosiolog yang mengerti tentang kondisi masyarakat setempat untuk menangani Covid 19 di luar Jawa dan Bali itu. "Manfaatkan tokoh agama dan masyarakat lokal yang banyak dijadikan panutan masyarakat," ujar Iwan Ariawan dalam pernyataannya, Minggu (15/8/2021). Iwan melanjutkan, tokoh agama dan masyarakat setempat harus diikutsertakan dalam edukasi masyarakat.

"Jadi pemerintah perlu melakukan edukasi ke mereka supaya mereka memahami mengapa perlu dilakukan PPKM dan rencana pemerintah mengendalikan wabah ini," katanya. Selain itu, Iwan mengatakan, para kepala daerah di luar Jawa Bali itu harus melakukan pemantauan rutin dan ketat. "Kalau di PPKM Jawa Bali ada rapat koordinasi rutin mingguan yang dipimpin langsung oleh Pak Luhut Binsar Panjaitan dan cek langsung pelaksanaan PPKM di masing masing provinsi," katanya.

Iwan menyampaikan bahwa pelaksanaan PPKM harus benar benar ditekankan sesuai dengan mobilitas yang harus dibatasi sesuai levelnya. Edukasi dan tes di daerah dinilai masih minim. "Tes harus segera ditingkatkan dan bisa menggunakan Rapid Antigen test untuk daerah yang test PCR tidak ada atau sulit. Perlu waktu lama untuk memperoleh hasil. Teknik dan materi edukasi harus disesuaikan dengan kelompok yang akan diberikan edukasi," tuturnya.

Diketahui, lonjakan kasus pandemi Covid 19 mulai terjadi di enam provinsi luar Pulau Jawa dan Bali dalam sebulan terakhir. Berdasarkan catatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid 19 yang diungkapkan pada Kamis 12 Agustus 2021, enam provinsi itu meliputi, Sumatera Utara yang naik 21.830 kasus aktif, Kalimantan Timur naik 15.758 kasus. Kemudian Sulawesi Selatan 10.852 kasus, Sumatera Barat 10.707 kasus, Riau 10.523 kasus, dan Kalimantan Selatan 10.087 kasus.

Masih berdasarkan data Satgas, per 11 Agustus 2021 dengan pemberlakuan PPKM Level 4 sudah mulai terlihat tren penurunan kasus di beberapa provinsi seperti Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan. "Sudah mulai turun tapi masih beberapa hari, sehingga perlu dipertahankan PPKM Level 4 nya diperpanjang di luar Pulau Jawa waktunya 2 minggu, agar lebih signifikan," kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid 19 Dewi Nur Aisyah dalam diskusi virtual, Kamis (12/8/2021) lalu. Di sisi lain, PPKM di Jawa dan Bali sukses menurun kasus Covid 19.

Pada Kamis 12 Agustus 2021, Dewi Nur Aisyah melaporkan Bed Occupancy Ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit Covid 19 mulai mengalami penurunan. Dewi mengungkapkan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten bahkan telah di bawah standar WHO. "Dimana standar WHO itu kan di atas 60 persen ya itu sudah harus kita wanti wanti ya," kata Dewi.(Willy Widianto)